Terpopuler

Memori Internal dan Eksternal Komputer || Tugas Makalah

MEMORI-INTERNAL-dan-EXTERNAL-komputer


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”MEMORI INTERNAL & EXTERNAL” untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah organisasi & Komputer .
Kami  menyadari bahwa dalam penyusunan makalah sederhana ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah sederhana yang akan datang.. Akhir kata kami  berharap kerangka acuan ,makalah ini dapat  memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pembaca pada umumnya dan pada penulis pada khusunya.Dalam penyusunan makalah ini, kami menemui kesulitan dalam pencarian dan penyaringan sumber data. Namun kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Kami  mengucapkan terima kasih kepada  selaku Dosen organisasi & Komputer  yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, serta rekan-rekan  kelas A STMIK BUMIGORA MATARAM ,  yang selalu berdoa dan memberikan motivasi kepada kami.

BAB
I
PENDAHULUAN


 Latar Belakang Masalah
Perkembangan zaman yang semakin lama semakin tidak bisa dibendung membawa kita pada alat canggih seperti komputer dan laptop. Hampir semua orang pasti sudah mengenalnya, bahkan memiliknya. Untuk dapat mengoperasikan dan mengetahui kegunaannya pun sudah biasa. Namun tidak banyak yang mengerti mengenai komponen-komponen penyusun alat canggih ini. Bagaimana alat canggih ini dapat beroperasi? bagaimana ia menyimpan setiap data-data yang kita buat? Berapa banyak data yang dapat kita simpan?. Para pengguna biasanya tidak perduli akan kapasitas dan kemampuan penyimpanan laptop mereka. Yang penting bagi mereka adalah mereka dapat mengoperasikan komputer atau laptop untuk menyelesaikan tugas mereka, meyimpannya, dan membukanya ketika mereka membutuhkan.

BAB
II
PEMVBAHASAN


i.    PENGERTIAN MEMORI
Memori adalah komponen laptop atau komputer yang berfungsi sebagai media penyimpanan data. Perangkat hardware ini mengolah data dan intruksi, semakin besar memori semakin banyak data maupun intruksi yang dapat diolah. Data yang disimpan dalam memori bersifat sementara, karena data yang disimpan di dalamnya akan tersimpan selama komputer tersebut masih dialiri daya. Ketika komputer itu direset atau dimatikan, data yang disimpan dalam memori akan hilang.


1.    1   MEMORI  INTERNAL

1.         MEMORI SEMIKONDUKTOR

   
A.    Pengertian Memori Semikonduktor.

Memori semikonduktor adalah memori komputer yang terbuat dari bahan semikonduktor, perangkat penyimpanan data elektronik ini biasanya diimplementasikan ke sebuah semikonduktor berbasis sirkuit terpadu (IC). Berdasarakan kemampuannya dalam menahan data saat tidak ada teganggan, memori semikonduktor dibedakan menjadi non-volatile dan volatile. Non-volatile sendiri adalah kemampuan memori semikonduktor untuk menyimpan data dalam perangkat bahkan saat komputer sudah tidak dialiri daya atau dengan kata lain komputer sudah dalam keadaan mati. Sedangkan volatile adalah ketidakmampuan memori menahan data atau dengan kata lain data akan hilang ketika komputer dimatikan.


Organisasi
Unsur dasar  suatu memori semipenghantar adalah sel memori. Walaupun berbagai teknologi elektronik digunakan, semua sel memori semipenghantar berbagi kekayaan tertentu:
•    Mereka memperlihatkan dua stabil (atau semistable) negara, yang dapat digunakan untuk menghadirkan biner 1 dan 0.
•    Mereka adalah mampu untuk ditulis kepada (sedikitnya sekali), untuk menetapkan status [itu].
•    Mereka  adalah  mampu  untuk  menjadi  membacakan untuk  status [itu].

Gambar 5.1  melukiskan  operasi  suatu  sel  memori. [Yang]  paling umum, sel
 Mempunyai  tiga terminal fungsional yang mampu membawa suatu isyarat elektrik. Milih terminal, seperti nama menyarankan, memilih suatu sel memori untuk suatu dibaca atau tulis operasi. Terminal Kendali menandai (adanya) dibaca atau tulis. Untuk/Karena menulis, terminal lain menyediakan suatu isyarat elektrik yang menetapkan status sel bagi 1 atau 0. Karena membaca, bahwa  terminal digunakan untuk keluaran  cell’s menyatakan. Detil organisasi yang internal, berfungsi, dan pemilihan waktu sel memori tergantung pada terintegrasi yang spesifik teknologi sirkit menggunakan dan  adalah di luar lingkup [dari;ttg] ini membukukan, kecuali suatu ringkas ringkasan. Karena tujuan  kami, kita akan mengambil nya ketika diberi sel  individu itu dapat yang terpilih untuk membaca dan menulis operasi.


B.    Jenis-jenis Memori Semikonduktor.

Secara umum memori semikonduktor dibagi dalam beberapa bagian yaitu :
1.    Fungsi
a)    Memori Baca-Tulis
Memori ini adalah memori utama dalam komputer, tugasnya adalah menyediakan tempat untuk pengolahan data dalam CPU. Memori Baca-Tulis yang biasanya digunakan dikenal dengan nama RAM. Tujuan utamanya adalah kecepatan pengolahan process, data-data yang dieksekusi  adalah data sementara  yang harus diolah oleh CPU, bukan untuk menyimpan data secara permanen.
b)    Memori Hanya Dibaca
ROM (Read Only Memory) adalah memori semikonduktor yang diciptakan dengan isi yang tidak dapat dirubah. Perubahan program bagian tidak mungkin lagi dilakukan di dalam memori jenis ini. ROM biasanya juga berisi program yang dapat dipakai secara umum misalnya karakter Generator, Dekoder atau fungsi – fungsi lain yang lazim dipakai.

2.    Cara Akses
a)    Memori  Akses Acak
RAM (Random access memory) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif.
b)    Memori  Akses Seri
Serial/Sequential Access Memory (SAM) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses secara seri atau secara berurutan atau sekuensial. Artinya jika pada suatu waktu akses berada pada suatu lokasi alamat “n” lalu ingin melanjutkan
melakukan akses ke lokasi alamat “n+5” maka ia harus melalui akses alamat “n+1” sampai dengan alamat “n+4” baru masuk ke alamat “n+5”.


3.    Jenis Sel Memori
a)    Statis RAM
Static Random-Access Memory (SRAM)  adalah jenis memori semikonduktor  semi volatile. Kata static menunujukkan bahwa SRAM hanya dapat memegang isinya selama listrik masih berjalan. SRAM didesain menggunakan transistor tanpa kapasitor sehingga tidak membutuhkan refresh secara periodic karena adanya kebocoran daya. SRAM menggunakan ‘bistable flip-flops’ untuk menyimpan data dalam bit. Setelah ditulis dalam SRAM, data akan disimpan.
b)    Dinamis RAM
DRAM (Dynamic random-access memory) merupakan jenis random akses memori yang menyimpan setiap bit data yang terpisah dalam kapasitor dalam satu sirkuit terpadu. Dalam strukturnya, DRAM hanya memerlukan satu transistor dan kapasitor per bit, sehingga memiliki tingkat kepadatan yang tinggi.  Karena kapasitornya selalu bocor, informasi yang tersimpan akhirnya hilang kecuali kapasitor itu disegarkan secara berkala. Karena kebutuhan dalam penyegaran, hal ini yang membuatnya sangat dinamis.  Memori DRAM itu mudah "menguap" karena kehilangan datanya bila kehilangan aliran listrik.

4.    Teknologi
a)    Bipolar Memory
Bipolar  memory adalah  memori komputer yang memakai IC bipolar sebagai bagian dari memorinya. Dengan menggunakan bipolar memori itu berarti komputer menggunakan 2 buah multi Emitter Transistor. Memori bipolar  hampir tidak  mempunyai penundaan  waktu  tulis dan waktu baca, tetapi mempunyai kelemahan karena setiap bit yang tersimpan  menimbulkan kerugian  daya yang realtif besar, karena  satu  diantara  dua transistor selalu aktif (ON).
b)    MOS Memory
MOS (Metal Oxide Semiconductor) adalah transistor yang banyak digunakan karena kerapatan (kepadatan) yang tinggi, yang memungkinkan penempatan dari fungsi yang jauh lebih banyak dalam satu serpihan dengan ukuran tertentu dibandingkan dengan menggunakan rangkaian bipolar.
C.    Kelebihan Dan Kekurangan Memori Semikonduktor

I.    Kelebihan memori adalah: sebagai berikut :
1.    Dapat menyimpan data dengan mudah dan praktis.
2.    Membuat penyimpanan data tidak memerlukan banyak tempat.
3.     Memori seperti flashdisk mudah dibawa kemana-mana..
4.    Ukuran memori yang kecil dapat menampung data yang sangat besar sesuai kapasitas memori..
5.     Bentuk, jenis, kapasitas dan ukuran beragam sesuai yang kita butuhkan.

II.    Kekurangan memori adalah sebagai berikut:
1.    Harga memori terlalu mahal menurut golongan masyarakat menengah kebawah.
2.    Memori digunakan hanya oleh golongan tertentu saja. Kurangnya sosialisasi penggunaan memori sehingga sulit untuk digunakan oleh orang awam..
3.    Data dapat hilang bila memori rusak atau terkena virus dan sebagainya.

2.        KOREKSI  ERROR

Suatu sistem memori semipenghantar adalah tunduk kepada kesalahan. Ini dapat digolongkan seperti kegagalan  dan kesalahan lembut. Suatu kegagalan  adalah suatu phisik permanen menyeberang sedemikian sehingga sel memori atau sel yang di/terpengaruh tidak bisa dapat dipercaya menyimpan data tetapi menjadi tetap tinggal 0 atau 1 atau tombol [yang] secara tidak teratur antar[a] 0 dan 1.

Kesalahan lembut dapat disebabkan oleh permasalahan persediaan  atau zarah alfa. Partikel nsur/butir ini diakibatkan oleh pelapukan radioaktif dan secara menyusahkan umum sebab nucleus radioaktif ditemukan jumlah kecil di (dalam) hampir semuamaterial. Kedua-Duanya kesalahan [yang] lembut dan [sulit/keras] dengan jelas yang tidak diinginkan, dan utama paling modern sistem memori meliputi logika untuk pendeteksian kedua-duanya dan mengoreksi kesalahan. Gambar 5.7 menggambarkan pada garis besarnya bagaimana proses dilaksanakan. Kapan data (diharapkan) untuk ditulis kepada memori, suatu kalkulasi, melukiskan sebagai fungsi f, dilakukan pada  data untuk menghasilkan suatu kode. Kedua-Duanya kode dan data disimpan. Seperti itu, jika suatu M-Bit Kata[An] data (diharapkan) untuk disimpan dan kode [menjadi/dari] panjangnya K menggigit, kemudian ukuran yang nyata kata[an] yang disimpan M+ K menggigit. Ketika kata[an] yang sebelumnya disimpan adalah membaca dengan suara keras, kode digunakan untuk mendeteksi dan mungkin kesalahan benar.


Suatu [yang] baru satuan K bit kode adalah diturunkan dari [itu] M bit data dan yang dibandingkan dengan kode yang diambil menggigit. Perbandingan menghasilkan salah satu dari tiga hasil:
•    Tidak (ada) kesalahan dideteksi. Bit Data yang diambil dikirimkan.
•    Suatu kesalahan dideteksi, dan [itu] adalah mungkin untuk mengoreksi kesalahan [itu]. Data menggigit lebih  bit koreksi kesalahan diberi makan ke dalam suatu pemeriksa, yang menghasilkan suatu [yang] dikoreksi satuan M menggigit untuk dikirimkan.
•    Suatu kesalahan dideteksi, tetapi tidaklah mungkin untuk mengoreksi itu. Kondisi ini dilaporkan. Kode yang beroperasi pertunjukan ini dikenal sebagai error-correcting kode. A kode ditandai oleh banyaknya kesalahan bit secara singkat bahwa itu dapat mengoreksi dan mendeteksi.


  Yang paling sederhana untuk error-correcting kode adalah Hamming kode yang dipikirkan oleh Richard Yang Hamming pada Laboratorium Bel. Gambar 5.8 penggunaan Venn Diagram untuk menggambarkan penggunaan [dari;ttg] kode ini pada 4-bit kata-kata ( M= 4). Dengan tiga memotong lingkaran ada tujuh kompartemen. Kita menugaskan yang 4 data menggigit kepada kompartemen yang bagian dalam( Figure5.8A). Kompartemen yang sisa[nya] diisi dengan apa [yang] [disebut/dipanggil] kesamaan menggigit. Masing-Masing bit kesamaan di/terpilih sedemikian sehingga total jumlah 1s dalam  lingkaran nya  menjadi genap (Figure5.8B).

Seperti itu, sebab lingkaran [Adalah] suatu meliputi tiga data 1s, kesamaan menggigit yang lingkaran adalah mulai 1. Sekarang, jika suatu kesalahan ber;ubah salah satu [dari] data menggigit ( Gambar 5.8c), [itu] mudah ditemukan. Dengan pemeriksaan bit kesamaan [itu], pertentangan ditemukan lingkaran suatu dan melingkar  C tetapi bukan di (dalam) lingkaran B. Hanya salah satu [dari] yang tujuh kompartemen adalah di (dalam) Suatu dan C tetapi tidak B. Kaleng Kesalahan oleh karena itu dikoreksi dengan  mengubah itu menggigit. Untuk memperjelas konsep [itu] melibatkan, kita akan kembang;kan suatu kode yang dapat mendeteksi dan mengoreksi single-bit kesalahan di (dalam) 8-bit kata-kata.

Untuk start, mari kita menentukan berapa lama kode harus. Mengacu pada Gambar 5.7  logika perbandingan menerima masuk dua K-Bit Nilai-Nilai. Suatu bit-by-bit perbandingan adalah  yang dilaksanakan dengan exclusive-OR dua masukan. Hasil [disebut/dipanggil] sindrom .Seperti itu, masing-masing bit sindrom adalah 0 atau 1 menurut jika ada atau tidaklah a yang menggigit posisi untuk dua masukan.. Sindrom Kata[An] kemudian K menggigit lebar/luas dan mempunyai suatu cakupan antar[a] 0 dan  2K- 1. Nilai 0 tidak menunjukkan bahwa apapun kesalahan telah dideteksi, meninggalkan 2K- 1 nilai-nilai untuk  menandai (adanya), jika ada suatu kesalahan, bit yang (mana)   salah. Sekarang, sebab suatu kesalahan bias  terjadi pada [atas] Yang manapun M data menggigit atau K memeriksa bit, kita harus mempunyai
 2K- 1Ú M+ K

3.         ORGANISASI DRAM DISK TINGKAT LANJUT

Bentuk diagram blok dasar memori utama masih berupa keping DRAM.
•    Keping DRAM tradisional memiliki kendala dalam hal arsitektur internal, olah interface, dan interface untuk bus memori prosesor.
1.    Enhanced DRAM
•    Arsitektur DRAM baru yang paling sederhana è enhanced DRAM (EDRAM)
•    Dibuat oleh Ramtron [BOND94]. EDRAM mengintegrasikan cache SRAM yang kecil pada keping DRAM generik.
    Memori akses acak statik   : Static Random Access Memory, SRAM) adalah sejenis memori  semikonduktor. Kata "statik" menandakan bahwa memori memegang isinya selama listrik tetap berjalan, tidak seperti RAM  dinamik (DRAM) yang  membutuhkan  untuk "disegarkan" ("refreshed")  secara periodik.

Hal ini dikarenakan SRAM didesain menggunakan transistor tanpa kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga SRAM tidak membutuhkan  refresh periodik. SRAM  juga  didesain  menggunakan  desain cluster enam  transistor  untuk  menyimpan setiap bit informasi. Desain ini membuat SRAM lebih  mahal tapi juga lebih cepat jika dibandingkan dengan DRAM. Secara fisik  chip, biaya  pemanufakturan chip SRAM  kira kira tiga puluh kali lebih besar dan  lebih mahal daripada DRAM.
Tetapi SRAM tidak boleh dibingungkan dengan memori baca-saja dan memori flash, karena ia merupakan memori volatil dan memegang data hanya bila listrik terus diberikan. Akses acak menandakan bahwa lokasi dalam memori dapat diakses, dibaca atau ditulis dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan lokasi alamat data tersebut dalam memori. Chip SRAM lazimnya digunakan sebagai chace memori , hal ini terutama dikarenakan kecepatannya.
•    EDRAM mencakup beberapa feature lainnya yang dapat meningkatkan kinerja.



2.    Cache DRAM
•    Cache DRAM (CDRAM) è dibuat oleh Mitsubishi [HIDA90] = EDRAM.
•    CDRAM mencakup cache SRAM cache SRAM yang lebih besar dari EDRAM (16 vs 2 kb).

3.    Synchronous DRAM
•    Pendekatan yang berbeda è meningkatkan kinerja DRAM è synchronous DRAM (SDRAM).
•    SDRAM è bertukar data dengan prosesor yang disinkronkan dengan signal pewaktu eksternal dan bekerja dengan kecepatan penuh bus prosesor/memori tanpa mengenal keadaan wait..
•    Dengan menggunakan akses sinkron. DRAM memindahkan data ke dalam dan keluar di bawah kontrol waktu sistem.




4.     Rambus DRAM
•    RDRAM è menggunakan pendekatan terhadap masalah memory-bandwidt yang lebih revolusioner.
•    Keping-keping RDRAM dikemas secara vertikal dengan seluruh pin-nya di salah satu sisi.
•    Bus DRAM khusus memberikan alamat dan informasi kontrol dengan menggunakan protokol berorientasi blok yang asinkron.


5.     Ram Link
•    Perubahan yang paling radikal dari DRAM tradisional è produk Ramlink [GJES92] è dibuat IEEE yang disebut Scalable Coherent Interface (SCI).
•    RamLink berkonsentrasi pada interface prosesor/memori dibandingkan pada arsitektue internal keping DRAM.
•    RamLink adalah memory interface yang memiliki koneksi point-point yang disusun dalam bentuk cincin.
1.    2   MEMORI  EXTERNAL

1.    PIRINGAN MAGNET

A.    Pengertian Magnetic Disk
Magnetic disk adalah Direct Access Storage Device (DASD) pertama yang dibuat oleh industri komputer Magnetic Disk merupakan piringan bundar yang terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastik) dengan permukaan dilapisi bahan yang dapat di magnetasi. Mekanisme baca / tulis yang digunakan disebut head yaitu kumparan pengkonduksi (conducting coil) selama operasi pembacaan dan penulisan, head bersifat stationer sedangkan piringan bergerak-gerak di bawahnya biasanya yang menggantung diatas permukaan dan tertahan pada sebuah bantalan udara, kecuali pada flopy disk dimana head disk menyentuh ke permukaan.

Suatu disk adalah suatu piring besar/piringan hitam lingkar membangun material nonmagnetic,  substrate. dilapisi dengan suatu material magnetizable. [Yang] secara kebiasaan, substrate telah (menjadi) suatu aluminum atau aluminum mencampur logam material. Lebih baru-baru ini, gelas/kaca substrates telah diperkenalkan. Gelas/Kaca Substrate mempunyai sejumlah manfaat, termasuk yang berikut:

•    Peningkatan di  keseragaman permukaan film magnetis untuk meningkatkan  disk  keandalan.
•    Suatu pengurangan penting di (dalam) keseluruhan permukaan menyeberang untuk membantu mengurangi read-write kesalahan.
•    Kemampuan untuk mendukung kemuliaan lalat lebih rendah ( yang diuraikan sesudah itu).
•    Lebih baik kekakuan untuk mengurangi dinamika disk.
•    Kemampuan lebih besar ke withstand goncangan dan kerusakan


1.    Magnetic Read and Write Mechanisms
Data direkam pada  dan didapat kembali kemudiannya dari disk via suatu coil pelaksanaan nama kepala; di (dalam) sistem banyak orang, ada dua kepala-2, suatu kepala dibaca dan suatu tulis kepala. Selama  suatu dibaca atau tulis operasi, kepala adalah keperluan  piring besar/piringan hitam berputar di bawah itu. Tulis mekanisme memanfaatkan fakta bahwa listrik yang mengalir melalui suatu coil menghasilkan suatu medan magnet. Denyut nadi elektris dikirim kepada tulis kepala, dan menghasilkan pola teladan magnetis direkam pada [atas] permukaan di bawah, dengan pola teladan berbeda untuk hal positif dan sekarang negative.


material dan adalah di (dalam) bentuk yang  kue donat segi-empat dengan suatu gap sepanjang sisi dan beberapa putaran kawat-antar sepanjang sisi berlawanan ( Gambar 6.1). Suatu arus elektrik di  kawat mempengaruhi suatu medan magnet ke seberang gap, yang (mana)  pada gilirannya membuat bermagnit a area  kecil  merekam medium. Balikkan arah yang sekarang membalikkan arah magnetisasi pada  merekam medium.


Mekanisme dibaca yang tradisional memanfaatkan fakta bahwa suatu medan magnet  ber/gerakkan sehubungan dengan suatu coil menghasilkan suatu  sekarang elektrik di (dalam) coil . Ketika permukaan disk lewat di bawah kepala, [itu] menghasilkan suatu sekarang untuk polaritas yang sama ketika yang satu telah merekam. Struktur kepala untuk membaca dalam hal ini sangat utama sama halnya untuk menulis dan oleh karena itu kepala yang sama dapat digunakan untuk kedua-duanya. . seperti (itu) kepala-2 tunggal digunakan sistem diskette dan di (dalam) sistem disk kaku lebih tua. Sistem Disk kaku jaman ini menggunakan suatu mekanisme dibaca berbeda, menuntut
suatu kepala dibaca terpisah, memposisikan untuk kenyamanan dekat dengan [itu] tulis kepala. Yang dibaca Kepala terdiri dari suatu magnetoresistive [yang] dilindungi ( MR) sensor. MR material mempunyai suatu hambatan elektris yang tergantung pada arah magnetisasi medium yang ber/gerakkan di bawah itu. Dengan tengah lewat suatu sekarang melalui  MR sensor, pembalasan perubahan dideteksi seperti isyarat voltase. MR disain mengijinkan higher-frequency operasi, yang menyamakan ke kepadatan [gudang/penyimpanan] lebih besar dan beroperasi kecepatan.


2.    Data Organization and Formatting
Kepala adalah suatu alat [yang] kecil yang mampu membaca dari atau menulis  suatu bagian tentang piringan hitam yang berputar di bawah itu. Ini memberi kenaikan kepada organisasi data pada  piring besar/piringan hitam di (dalam) suatu [yang] sepusat satuan [cincin/arena], taksiran yang disebut. Masing-Masing jejak/jalur adalah sama lebar kepala. Ada beribu-ribu taksiran saban permukaan.


Gambar 6.2 melukiskan tataruang  data ini. Taksiran  bersebelahan dipisahkan oleh gap. Ini mencegah, atau sedikitnya memperkecil, kesalahan dalam kaitan dengan  misalignment   kepala atau hanya gangguan campur tangan medan magnet. Data ditransfer ke dan dari disk di (dalam) sektor ( Gambar 6.2). Ada  secara khas beratus- ratus sektor saban menjejaki, dan ini mungkin (adalah) yang manapun ditetapkan;perbaiki atau variable panjangnya. Di (dalam) sistem [yang] paling jaman ini, fixed-length sektor digunakan, dengan 512 bytes menjadi;disebut ukuran sektor yang hampir universal. Untuk menghindari ketepatan tidak beralasan mengesankan kebutuhan pada [atas] sistem, sektor bersebelahan dipisahkan oleh intratrack ( intersector) gap.
Sedikit dekat pusat suatu berputar perjalanan disk yang yang lampau suatu titik tetap ( seperti suatu dibaca–tulis kepala) lebih lambat dibanding sedikit pada [atas] yang (di) luar. Oleh karena itu, beberapa cara harus ditemukan untuk mengganti kerugian untuk variasi di (dalam) kecepatan sedemikian sehingga kepala dapat membaca semua bit di
tingkat tarip sama. Ini bisa dilakukan dengan terus meningkat pengaturan jarak antar[a] bit informasi direkam segmen disk . Informasi kemudian bisa diteliti di yang sama tingkat tarip dengan berputar disk  pada suatu kecepatan ditetapkan;perbaiki, mengenal sebagai kecepatan sudut yang tetap (CAV).

Gambar 6.3a menunjukkan tataruang suatu disk yang menggunakan CAV. Disk adalah dibagi menjadi sejumlah sektor pie-shaped dan ke dalam satu rangkaian taksiran sepusat. Keuntungan menggunakan CAV adalah bahwa blok data [yang] individu dapat secara langsung ditujukan oleh jalur dan sektor. Untuk pindah;gerakkan kepala  dari penempatan yang sekarang nya  suatu alamat spesifik, itu hanya mengambil suatu pendek/singkat bergeraknya kepala  suatu spesifik dan suatu masa penantian pendek/singkat untuk sektor yang sesuai untuk memutar di bawah kepala . Kerugian CAV adalah bahwa jumlah tentang data yang dapat disimpan pada  merindukan taksiran luar adalah satu-satunya sama seperti apa yang bisa yang disimpan pada  taksiran bagian dalam yang singkat.



Sebab kepadatan, di (dalam) bit saban inci linier, meningkat/kan ber/gerakkan dari  yang paling jauh kepada  yang paling dalam, kapasitas  penyimpanan disk di (dalam) suatu  CAV secara langsung  sistem terbatas oleh yang maksimum merekam kepadatan yang dapat dicapai pada  yang paling dalam. Untuk meningkat/kan kepadatan, sistem hard-disk modern menggunakan suatu teknik yang dikenal sebagai berbagai zone [yang] merekam, di mana permukaan adalah dibagi menjadi suatu nomor; jumlah tentang zone sepusat ( 16 adalah khas).

3.    haracterPhysical Cistics
Tabel 6.1 daftar karakteristik yang utama yang membedakan di antara berbagai jenis tentang disk magnetis. Pertama, kepala boleh yang manapun ditetapkan;perbaiki atau dapat dipindahkan berkenaan dengan arah yang radial piring-piringan hitam .
Di (dalam) suatu fixed-head disk, ada satu read-write kepala saban menjejaki. Semua kepala-2 menjulang pada [atas] suatu lengan tangan kaku yang meluas ke seberang semua taksiran; . seperti  sistem adalah jarang hari ini. Di (dalam) suatu movable-head disk, ada hanya satu read-write kepala. Lagi, kepala menjulang pada [atas] suatu lengan tangan. Sebab kepala harus bisa diposisikan di atas manapun jejak/jalur, lengan tangan dapat diperluas atau ditarik kembali untuk tujuan ini.
Beberapa Disk drive mengakomodasi berbagai berbadan tegap piring-piringan hitam yang dengan tegak lurus suatu pecahan dari suatu inci terpisah. Berbagai [lengan/ senjata] disajikan ( Gambar 6.5). Multiple–Platter disk mempekerjakan suatu kepala dapat dipindahkan, dengan satu read-write memimpin saban permukaan piring besar/piringan hitam. Semua kepala-2 dengan mesin ditetapkan;perbaiki sedemikian sehingga semua adalah di jarak yang sama dari pusat disk dan gerak bersama-sama. Seperti itu, pada setiap waktu, semua kepala-2 diposisikan (di) atas.


taksiran yang  menjadi jarak sama dari pusat disk . Satuan dari semua taksiran di (dalam) sanak keluarga yang sama memposisikan pada [atas] piring besar/piringan hitam dikenal sebagai suatu silinder. Sebagai contoh, semua taksiran yang menaungi di (dalam) Gambar 6.6 menjadi bagian dari satu silinder.[Yang] akhirnya, mekanisme kepala menyediakan suatu penggolongan disk ke dalam tiga jenis. [Yang] secara kebiasaan, read-write kepala telah diposisikan suatu jarak ditetapkan;perbaiki di atas piring besar/piringan hitam, membiarkan suatu sela-udara. Di ekstrim lain  adalah suatu mekanisme kepala yang benar-benar phisik yang  menghubungi dengan medium selama suatu dibaca atau tulis operasi. Ini mekanisme digunakan di diskette [itu], yang mana [adalah] suatu piring besar/piringan hitam [yang] fleksibel kecil dan paling sedikit yang mahal jenis disk.


Untuk memahami jenis yang ketiga disk, kita harus menafsirkan hubungan  antar[a] kepadatan data dan ukuran di angkasa gap. Kepala harus menghasilkan atau merasakan suatu medan elektromaknitis [dari;ttg] cukup penting/besar untuk tulis dan membaca dengan baik. Yang lebih dangkal kepala adalah, yang semakin dekat  harus kepada permukaan piring-piringan hitam untuk berfungsi.

4.    Disk Performance Parameters
Detil Operasi I/O disk yang nyata tergantung pada sistem komputer [itu], sistem operasi, dan sifat alami Saluran I/O Dan Perangkat keras Pengontrol Disk. A diagram pemilihan waktu Perpindahan I/O disk umum ditunjukkan Gambar 6.7. Ketika disk drive sedang beroperasi, disk sedang berputar pada kecepatan tetap. Untuk yang dibaca atau tulis, kepala harus diposisikan di jejak/jalur yang diinginkan dan di permulaan tentang sector yang diinginkan pada  jejak/jalur itu . Pemilihan Jejak/Jalur melibatkan ber/gerakkan kepala  di (dalam) suatu.


movable-head sistem atau secara elektronis pemilihan seseorang beradu muka suatu fixed-head sistem. Pada  suatu movable-head sistem, waktunya  lari ke posisi kepala di jejak/jalur adalah yang dikenal sebagai mencari waktu. Di dalam kasus yang manapun , sekali ketika jejak/jalur terpilih, pengontrol disk menunggu sampai sektor yang sesuai berputar untuk berbaris dengan kepala . Waktunya  mengambil karena permulaan sektor untuk menjangkau kepala  dikenal sebagai penundaan hal pemutaran, atau latency hal pemutaran. Pen;Jumlahan mencari waktu, bila ada, dan penundaan yang hal pemutaran sama waktu akses, yang mana adala] waktunya  lari ke memasuki posisi untuk membaca atau tulis. Sekali ketika kepala adalah di (dalam) posisi, yang dibaca atau tulis operasi kemudian adalah dilakukan seperti sector gerak di bawah kepala; ini adalah data memindahkan bagian operasi; waktunya yang diperlukan untuk perpindahan adalah waktu perpindahan.

Dalam beberapa mutakhir sistem untuk server, suatu teknik mengenal sebagai merasakan tergantung posisi hal pemutaran (RPS) digunakan. Ini bekerja sebagai berikut: Ketika mencari perintah telah dikeluarkan, saluran dilepaskan untuk menangani lain Operasi I/O. Ketika mencari diselesaikan, alat menentukan ketika data akan berputar di bawah kepala . Sebagai sektor itu mendekati kepala , alat mencoba untuk mendirikan kembali  alur komunikasi kembali ke tuan rumah . Jika baik  unit kendali maupun  saluran adalah sibuk dengan I/O lain, kemudian usaha koneksi kembali gagal dan alat harus berputar satu revolusi utuh [sebelum/di depan] [itu] dapat mencoba untuk menyambung kembali, yang mana [adalah] disebut suatu RPS luput/kehilangan. Ini adalah suatu unsur penundaan ekstra yang harus ditambahkan kepada timeline Gambar 6.7..


2.    RAID

A.    Pengertian RAID
RAID merupakan singkatan dari Redundant Array of Independent Disks, sebuah organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas / kehandalan.

RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan.

B.    PENGGEREBEKAN / RAID ( Array [yang] Berlebih lebihan [dari;ttg] Disk Mandiri). rencana PENGGEREBEKAN berisi tentang tujuh levels,2 nol melalui/sampai enam. Tingkatan ini tidak menyiratkan suatu hubungan hirarkis tetapi mengangkat arsitektur disain berbeda yang berbagi tiga umum karakteristik:

1.    PENGGEREBEKAN/RAID adalah satu set disk drive phisik yang dipandang oleh sistem operasi sebagai pengarah logis tunggal.
2.    Data dibagi-bagikan ke seberang pengarah phisik dari suatu array di (dalam) suatu rencana yang dikenal [seperti/ketika] melepaskan pakaian, diuraikan sesudah itu.
3.    Kapasitas Disk berlebih lebihan digunakan untuk informasi kesamaan [gudang/ toko], yang menjamin data recoverabilas dalam hal suatu kegagalan disk.


1.    RAID Level 0
RAID LEVEL 0 bukanlah suatu anggota [yang] benar keluarga RAID sebab  tidak meliputi pemborosan untuk meningkatkan capaian. Bagaimanapun, ada beberapa aplikasi, . seperti (itu) [seperti/ketika] beberapa pada  supercomputers di mana capaian dan kapasitas adalah perhatian utama dan biaya rendah jadilah lebih penting dibanding keandalan ditingkatkan.

Detik/second potongan pada [atas] disk masing-masing; dan seterusnya. Keuntungan  tata ruang ini adalah bahwa jika tunggal Permintaan I/O terdiri dari berbagai potongan [yang] berdekatan, kemudian atas untuk n melepaskan pakaian untuk permintaan itu dapat ditangani paralel, sangat mengurangi Waktu Perpindahan I/O . Gambar 6.9 menandai (adanya) penggunaan perangkat lunak manajemen array untuk memetakan antar[a] logis dan phisik ruang disk. Perangkat lunak ini boleh melaksanakan yang manapun subsistem disk atau di (dalam) suatu komputer.


2.    RAID 0 FOR HIGH DATA TRANSFER CAPACITY
Capaian tentang segala  tingkatan RAID  tergantung dengan kritis pada [atas] pola teladan permintaan sistem tuan rumah dan terpasang tataruang data . Isu ini dapat dengan jelas yang ditujukan RAID 0,  dampak pemborosan tidak bertentangan dengan analisa  . Pertama, mari kita mempertimbangkan penggunaan RAID 0 untuk mencapai suatu tingkat tarip perpindahan data tinggi. Karena aplikasi untuk mengalami suatu perpindahan tinggi menilai, dua kebutuhan harus dijumpai. Pertama, suatu kapasitas perpindahan tinggi harus ada sepanjang keseluruhan alur antar[a] memori tuan rumah dan disk drive yang individu. Ini meliputi pengontrol internal buses, I/O sistem tuan rumah buses, Orang yang mengadaptasikan I/O, dan tuan rumah memori buses.

3.    RAID 0 FOR HIGH I/O REQUEST RATE
Di (dalam) suatu lingkungan berorientasi transaksi, pemakai secara khas  lebih terkait dengan waktu tanggapan dibanding dengan tingkat tarip perpindahan. Karena perorangan I/O meminta untuk suatu jumlah [yang] kecil data,  Waktu I/O dikuasai oleh gerakan kepala-2 disk ( mencari waktu) dan bergeraknya disk ( latency hal pemutaran).
Di (dalam) suatu lingkungan transaksi, mungkin ada beratus-ratus I/O meminta per detik. Suatu disk array dapat menyediakan Tingkat tarip Pelaksanaan I/O tinggi dengan penyeimbangan Beban I/O  ke seberang berbagai disk. Penyeimbangan Beban efektif dicapai hanya jika ada secara khas berbagai I/O meminta terkemuka.

4.    RAID Level 1
RAID 1 berbeda dengan RAID LEVEL 2 melalui  6 dalam  cara yang ditempuh oleh pemborosan adalah yang dicapai. Di (dalam) ini lain rencana RAID,  beberapa format kalkulasi kesamaan digunakan untuk memperkenalkan pemborosan, sedangkan RAID  1, pemborosan dicapai oleh yang sederhana bijaksana untuk  menyalin  semua  data . Seperti Gambar 6.8b pertunjukan, potongan data digunakan, sebab di (dalam) RAID  0. Tetapi dalam hal ini, masing-masing potongan logis dipetakan untuk dua phisik terpisah disk sedemikian sehingga tiap-tiap disk di (dalam) array mempunyai suatu disk cermin yang berisi data yang sama. RAID 1 kaleng juga diterapkan tanpa data [yang] melepaskan pakaian, meskipun [demikian] ini adalah lebih sedikit umum. Ada sejumlah aspek positif kepada RAID 1 organisasi:


1.    Suatu permintaan dibaca dapat dilayani oleh yang manapun dua disk yang berisi data yang diminta, yang mana saja melibatkan yang minimum mencari waktu yang lebih hal pemutaran  latency.
2.    Suatu tulis permintaan memerlukan yang kedua-duanya bersesuaian potongan dibaharui, tetapi ini bisa dilakukan paralel. Seperti itu, tulis capaian didikte oleh yang lebih lambat  tentang keduanya tulis ( yaitu., satu yang melibatkan yang lebih besar mencari waktu yang lebih hal pemutaran  latency). Bagaimanapun, tidak ada “ tulis hukuman” dengan RAID 1. LEVEL RAID 2 melalui/sampai 6 melibatkan penggunaan bit kesamaan. Oleh karena itu, ketika potongan tunggal adalah  yang dibaharui, manajemen array perangkat lunak harus pertama menghitung dan membaharui kesamaan menggigit seperti halnya membaharui potongan yang nyata yang dimasalahkan.
3.    Kesembuhan dari suatu kegagalan adalah sederhana. Ketika suatu pengarah gagal, data boleh tetap yang diakses dari pengarah yang kedua .

4.    RAID Level 3
RAID 3  terorganisir  [adalah]  suatu pertunjukan serupa untuk RAID 2. Perbedaan adalah bahwa RAID 3 memerlukan hanya disk berlebih lebihan tunggal, tak peduli bagaimana besar array disk. RAID 3 mempekerjakan akses paralel, dengan data membagi-bagikan potongan kecil. Sebagai ganti suatu error correcting kode, suatu bit kesamaan sederhana dihitung untuk satuan bit individu di (dalam) posisi yang sama pada  semua disk data.


5.    RAID Level 4
RAID LEVEL 4 sampai 6 menggunakan dari suatu teknik akses mandiri. Di (dalam) suatu array akses mandiri, masing-masing disk anggota beroperasi dengan bebas sedemikian sehingga  terpisah Permintaan I/O dapat dicukupi paralel. Oleh karena ini, larik antena akses mandiri jadilah lebih pantas untuk aplikasi yang memerlukan Tingkat tarip Permintaan I/O tinggi dan secara relatif lebih sedikit cocok untuk aplikasi yang memerlukan  tingkat  tarip  perpindahan  data  tinggi.
Seperti di rencana RAID  lain , potongan data digunakan. Di (dalam  kasus RAID 4 melalui/sampai 6, potongan secara relatif besar. Dengan RAID 4, suatu bit-by-bit potongan kesamaan dihitung ke seberang bersesuaian potongan pada  disk data masing-masing, dan bit kesamaan adalah yang disimpan bersesuaian potongan pada  disk kesamaan.

6.    RAID Level 5
 RAID 5  terorganisir  [adalah]  suatu pertunjukan serupa  untuk RAID 4. Perbedaan  adalah bahwa RAID 5 mendistribusikan potongan kesamaan  ke seberang semua disk. Suatu alokasi khas adalah suatu protes rencana, [seperti/ketika] digambarkan Gambar 6.8f. Karena suatu n-disk array, potongan kesamaan adalah pada disk berbeda untuk yang pertama n belang, dan pola teladan kemudian mengulangi. Distribusi kesamaan melepaskan pakaian ke seberang semua pengarah menghindari I/O yang potensial Jalur sempit lalu lintas menemukan RAID 4.


7.    RAID Level 6
RAID  6 telah diperkenalkan d i suatu  catatan/kertas  yang berikut oleh Berkeley Peneliti  [KATZ89]. Di (dalam) RAID 6 rencana,  dua  kalkulasi kesamaan berbeda  dilaksanakan dan disimpan memisahkan blok tentang  disk yang berbeda . Seperti itu, suatu RAID 6 array pemakai siapa  data memerlukan N disk terdiri dari N+ 2 disk. Gambar 6.8g menggambarkan rencana . P dan Q adalah dua data berbeda memeriksa algoritma. Salah satu [dari] keduanya adalah exclusive-OR kalkulasi menggunakan RAID 4 dan 5. Tetapi lain  adalah suatu data mandiri memeriksa algoritma. Ini membuat ia/nya mungkin untuk memperbaharui data sekalipun dua disk yang berisi data pemakai gagal.


3.    MEMORY  OPTICAL
1.    PENGERTIAN OPTICAL MEMORY.
Optical memory atau optical disk merupakan perangkat keras penyimpan data yang terbuat dari bahan-bahan optik, seperti dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang sangat reflektif seperti alumunium. Contoh : CD dan DVD.

Di (dalam) 1983, salah satu [dari] produk konsumen yang paling berhasil dari semua waktu telah diperkenalkan: disk yang ringkas ( CD) sistem audio digital. CD adalah suatu disk nonerasable  yang  dapat  menyimpan lebih dari 60 beberapa menit informasi audio pada [atas] satu sisi. Sukses [yang] komersil yang sangat besar CD memungkinkan pengembangan murah optical-disk  [gudang/penyimpanan] teknologi yang telah mengadakan revolusi penyimpanan data komputer. Berbagai optical-disk sistem telah diperkenalkan ( Tabel 6.6). Kita dengan singkat meninjau ulang masing-masing  ini.

1.    Compact Disk
a.    CD-ROM  Kedua-Duanya  CD  audio dan CD-ROM   (disk ringkas  yang  read-onl memori) berbagi suatu teknologi serupa. Perbedaan yang utama adalah bahwa C ROM pemain jadilah lebih tidak datar dan mempunyai alat koreksi kesalahan untuk memastikan bahwa data dengan baik yang ditransfer dari disk ke komputer. Kedua jenis disk dibuat [jalan/cara] yang sama . Disk dibentuk dari suatu damar, seperti polycarbonate. Secara digital merekam informas  ( baik  musik maupun  data komputer) dicapkan sebagai rangkaian dari lubang (galian) kecil mikroskopik pada  permukaan polycarbonate  . Ini adalah yang dilaksanakan, pertama-tama, dengan suatu [yang] dipusatkan, highintensas laser untuk menciptakan seorang disk guru. Guru digunakan, pada gilirannya, untuk membuat suatu mati untuk.

mengesankan salinan ke polycarbonate. Permukaan yang berbintik bintik kemudian adalah melapisi dengan suatu sangat permukaan yang memantulkan cahaya, [yang] pada umumnya aluminum atau emas. Permukaan [yang] berkilauan ini dilindungi dari debu dan scratch oleh suatu mantel puncak dari acrylic jelas bersih. Akhirnya suatu label dapat silkscreened ke yang acrylic.

Informasi didapat kembali dari suatu CD atau CD-ROM oleh suatu laser kapasitas rendah yang dipondokkan [adalah] suatu optical-disk pemain, atau unit pengarah. Laser bersinar melalui/sampai yang jelas bersih  polycarbonate  suatu motor memutar disk yang yang lampau itu ( Gambar 6.12). Intensitas yang dicerminkan terang laser ber;ubah  seperti menghadapi suatu lubang (galian) kecil. Yang secara rinci, jika laser [balok/berkas cahaya] jatuh pada suatu  luban  kecil, yang mempunyai suatu sedikit  banyak  nya  permukaan keras/kasar/kejam, [cahaya/ ringan] menyebar dan suatu rendah  intensitas dicerminkan kembali ke sumber  .

Area  lubang (galian) kecil  disebut negeri. Suatu daratan adalah suatu permukaan lembut, yang mencerminkan punggung pada intensitas lebih tinggi. Perubahan  antar[a] lubang   kecil dan negeri dideteksi oleh suatu photosensor dan mengubah jadi suatu digital isyarat. Sensor menguji permukaan  pada waktu yang tertentu. Permulaan atau akhir suatu lubang (galian) kecil menghadirkan suatu 1; ketika tidak (ada) perubahan di (dalam) pengangkatan/tingginya terjadi antar[a] interval, suatu 0 adalah yang direkam.

Data pada [atas] CD-ROM adalah berbentuk suatu urutan blok. Suatu blok khas format ditunjukkan Gambar 6.13. [Itu] terdiri dari bidang yang berikut:

•    Sync: Sync Bidang mengidentifikasi permulaan suatu blok.  terdiri dari suatu byte semua 0s, 10 bytes dari semua 1s, dan suatu byte dari semua 0s.
•    Serudukan/Palu air: Serudukan/Palu air berisi alamat blok  dan gaya   byte. Gaya.
•    menetapkan suatu bidang data kosong; gaya 1 menetapkan penggunaan dari suatu error-correcting kode dan 2048 bytes data; gaya 2 menetapkan 2336 bytes data pemakai dengan tidak ada  error-correcting kode.
•    Data: Data Pemakai.
•    Pelengkap: Data Pemakai tambahan di (dalam) gaya 2. Di (dalam) gaya 1, ini adalah suatu 288-byte yang errorcorrecting kode.

b.    CD RECORDABLE  Untuk mengakomodasi aplikasi di mana hanya satu atau suat kecil jumlah salinan satu set data diperlukan, write-once read-many CD, dikenal [seperti;sebagai;ketika] CD bisa merekam ( CD-R), telah dikembangkan. Untuk/Karena CD-R, suatu disk disiapkan sedemikian sehingga  dapat sesudah itu [di]tertulis sekali ketika dengan suatu [balok/berkas cahaya] laser rendah hati - intensitas. Seperti itu, dengan suatu beberapa pengontrol disk [yang] lebih mahal apa [yang]  dibanding untu CD-ROM, pelanggan dapat tulis sekali ketika seperti halnya membaca disk .

c.    CD REWRITABLE  CD-RW  disk berhubung dengan mata dapat berulang-kali  tertulis dan overwritten, [seperti/ketika] dengan suatu disk magnetis. Walaupun sejumlah pendekatan telah (menjadi)  yang dicoba, satu-satunya pendekatan [yang] berhubung dengan mata murni yang telah membuktikan menarik  disebut  taha  ber;ubah. Dis Perubahan fase menggunakan suatu material yang mempunyai dua [yang] berbeda reflectivas di (dalam) dua negara tahap berbeda.


2.    Versatile Disk Digital
Dengan  disk  serbaguna  digital  yang  luas  ( DVD),  elektronika  industri  mempunyai pada akhirnya  yang ditemukan suatu penggantian bisa diterima untuk yang analog VHS tape video. DVD  mempunyai  yang digantikan siaran ulang  tv dari  video menggunakan perekam kaset video ( VCRS) dan, [yang] [yang] penting untuk diskusi ini, menggantikan CD-ROM  di (dalam) komputer pribadi dan server. DVD mengambil video ke dalam  digital  gambar hidup dengan gambar-an mengesankan  berkwalitaslah, dan dapat secara acak diakses seperti audio CDS, DVD mesin yang   (mana)   dapat juga main.

3.    High-Definition Optical Disks
High-Definition disk berhubung dengan mata dirancang untuk menyimpan high definition video dan untu  menyediakan kapasitas [gudang/penyimpanan] dengan mantap lebih besar yang dibandingkan ke DVDS. Bit yang lebih tinggi Kepadatan dicapai dengan  penggunaan suatu laser dengan suatu panjang gelombang lebih pendek, di (dalam) blue-violet


4.    PITA MAGNETRIK
A.    PENGERTIAN PITA MAGNETIK
Pita magnetik adalah salah satu alat penyimpanan eksternal yang menggunakan pita magnetik yang terbuat dari plastic.

Sistem Tape menggunakan pembacaan yang sama dan merekam teknik sebagai sistem disk. Medium adalah fleksibel polyester ( serupa untuk  digunakan itu  dalam beberapa pakaian) tape melapisi dengan material magnetizable. Yang mantel boleh terdiri dari partikel  nsur/butir [dari;ttg] metal murni binder khusus atau film metal vapor-plated. Tape dan tape drive adalah dapat disamakan   suatu sistem alat perekam rumah. Lebar Tape bertukar-tukar dari 0.38 cm ( 0.15 inci) untuk 1.27 cm ( 0.5 inci). Tape digunakan untuk[lah dibungkus [ketika;seperti] rol terbuka yang harus threaded melalui suatu gelendong kedua untuk penggunaan. Hari ini, hampir semua tape dipondokkan magasin. Data pada [atas] tape adalah tersusun sebagai jumlah taksiran paralel [yang] berlari/menjalankan menurut panjang. Sistem Tape lebih awal [yang] secara khas menggunakan sembilan taksiran..

Teknik Perekaman yang khas menggunakan tape serial dikenal sebagai menyerupai ular  perekaman. Di (dalam) teknik ini, kapan data direkam, yang pertama satuan bit adalah yang direkam sepanjang keseluruhan panjangnya hasil rekaman. Ketika ujung tape dicapai, kepala-2 diposisikan kembali untuk merekam suatu jejak/jalur baru, dan tape lagi direkam terpasang panjangnya utuh nya, waktu ini di (dalam) arah kebalikan. Proses itu melanjut, kembali dan maju, sampai tape adalah penuh ( Gambar 6.16a). Untuk meningkat/kan kecepatan, read-write kepala adalah mampu untuk membaca dan menulis sejumlah taksiran bersebelahan [yang] secara serempak (secara khas dua [bagi/kepada] delapan taksiran). Data masih direkam berturutan sepanjang taksiran individu  tetapi menghalangi urutan disimpan pada [atas] taksiran bersebelahan,  seperti diusulkan oleh Gambar 6.16b  Suatu tape drive adalah suatu sequential-access.


N- 1, satu demi satu. Jika kepala sekarang ini diposisikan di luar [record/ catatan] yang diinginkan, itu  adalah diperlukan untuk memutar kembali tape [adalah] suatu jarak tertentu dan mulai membaca pemain depan. Tidak sama dengan disk, tape sedang bergerak hanya selama suatu dibaca atau tulis operasi. Berlawanan dengan tape, disk drive dikenal sebagai suatu direct-access alat.   disk drive tidak perlu membaca semua sektor pada  suatu disk [yang] secara sekuen untuk mendapat/kan kepada yang diinginkan satu.  harus hanya menantikan   campurtangan sektor di dalam satu jalan dan dapat membuat akses berurutan . Pita perekam adalah yang pertama macam memori sekunder. [Itu] masih secara luas digunakan sebaga  lowest-cost, anggota [yang] slowest-speed hirarki memori  Teknologi Tape yang dominan hari ini adalah suatu sistem magasin mengenal sebagai linier tape-open ( LTO). LTO telah dikembangkan almarhum 1990s sebagai suatu open-source alternatif kepada berbagai sistem kepemilikan pada [atas] pasar [itu]. Tabel 6.7 parameter pertunjukan untuk/karena berbagai LTO generasi. Lihat Catatan tambahan J untuk detil.


DAFTER PUSTAKA
ABBREVIATIONS
ACM Association for Computing Machinery
IBM International Business Machines Corporation
IEEE Institute of Electrical and Electronics Engineers
ACOS86 Acosta, R.; Kjelstrup, J.; and Torng, H. “An Instruction Issuing Approach to Enhancing
Performance in Multiple Functional Unit Processors.” IEEE Transactions on Computers,
September 1986.
ADAM91 Adamek, J. Foundations of Coding. New York: Wiley, 1991.
AGAR89 Agarwal, A. Analysis of Cache Performance for Operating Systems and Multiprogramming. Boston: Kluwer Academic Publishers, 1989.
AGER87 Agerwala, T., and Cocke, J. High Performance Reduced Instruction Set Processors. Technical Report RC12434 (#55845). Yorktown, NY: IBM Thomas J. Watson Research Center,
January 1987.
AMDA67 Amdahl, G. “Validity of the Single-Processor Approach to Achieving Large-Scale
Computing Capability.” Proceedings, of the AFIPS Conference, 1967.
ANDE67a Anderson, D.; Sparacio, F.; and Tomasulo, F. “The IBM System/360 Model 91: Machine
Philosophy and Instruction Handling.” IBM Journal of Research and Development,
January 1967.
ANDE67b Anderson, S., et al. “The IBM System/360 Model 91: Floating-Point Execution Unit.”
IBM Journal of Research and Development, January 1967. Reprinted in [SWAR90,
Volume 1].
ANTH08 Anthes, G. “What’s Next for the x86?” ComputerWorld, June 16, 2008.
ARM08a ARM Limited. Cortex-A8 Technical Reference Manual. ARM DDI 0344E, 2008, www.
arm.com
ARM08b ARM Limited. ARM11 MPCore Processor Technical Reference Manual. ARM DDI
0360E, 2008, www.arm.com
ASH90 Ash, R. Information Theory. New York: Dover, 1990.
ATKI96 Atkins, M. “PC Software Performance Tuning.” IEEE Computer, August 1996.
AZIM92 Azimi, M.; Prasad, B.; and Bhat, K. “Two Level Cache Architectures.” Proceedings
COMPCON ’92, February 1992.
BACO94 Bacon, F.; Graham, S.; and Sharp, O. “Compiler Transformations for High-Performance
Computing.” ACM Computing Surveys, December 1994.
BAER10 Baer, J. Microprocessor Architecture: From Simple Pipelines to Chip Multiprocessors.
New York: Cambridge University Press, 2010.
BAIL93 Bailey, D. “RISC Microprocessors and Scientific Computing.” Proceedings, Supercomputing ’93, 1993.
BASH81 Bashe, C.; Bucholtz, W.; Hawkins, G.; Ingram, J.; and Rochester, N. “The Architecture of
IBM’s Early Computers.” IBM Journal of Research and Development, September 1981.
BASH91 Bashteen, A.; Lui, I.; and Mullan, J. “A Superpipeline Approach to the MIPS Architecture.” Proceedings, COMPCON Spring ’91, February 1991.
BELL70 Bell, C.; Cady, R.; McFarland, H.; Delagi, B.; O’Loughlin, J.; and Noonan, R. “A New
Architecture for Minicomputers—The DEC PDP-11.” Proceedings, Spring Joint Computer Conference, 1970.
BELL71 Bell, C., and Newell, A. Computer Structures: Readings and Examples. New York:
McGraw-Hill, 1971.
734 REFERENCES
BELL74 Bell, J.; Casasent, D.; and Bell, C. “An Investigation into Alternative Cache Organizations.” IEEE Transactions on Computers, April 1974.
BELL78a Bell, C.; Mudge, J.; and McNamara, J. Computer Engineering: A DEC View of Hardware
Systems Design. Bedford, MA: Digital Press, 1978.
BELL78b Bell, C.; Newell, A.; and Siewiorek, D. “Structural Levels of the PDP-8.” In
[BELL78a].
BELL78c Bell, C.; Kotok, A.; Hastings, T.; and Hill, R. “The Evolution of the DEC System-10.”
Communications of the ACM, January 1978.
BENH92 Benham, J. “A Geometric Approach to Presenting Computer Representations of Integers.” SIGCSE Bulletin, December 1992.
BETK97 Betker, M.; Fernando, J.; and Whalen, S. “The History of the Microprocessor.” Bell Labs
Technical Journal, Autumn 1997.
BEZ03 Bez, R., et al. “Introduction to Flash Memory.” Proceedings of the IEEE, April 2003.
BLAA97 Blaauw, G., and Brooks, F. Computer Architecture: Concepts and Evolution. Reading,
MA: Addison-Wesley, 1997.
BLAH83 Blahut, R. Theory and Practice of Error Control Codes. Reading, MA: Addison-Wesley,
1983.
BOHR98 Bohr, M. “Silicon Trends and Limits for Advanced Microprocessors.” Communications
of the ACM, March 1998.
BORK03 Borkar, S. “Getting Gigascale Chips: Challenges and Opportunities in Continuing
Moore’s Law.” ACM Queue, October 2003.
BORK07 Borkar, S. “Thousand Core Chips—A Technology Perspective.” Proceedings, ACM/
IEEE Design Automation Conference, 2007.
BRAD91a Bradlee, D.; Eggers, S.; and Henry, R. “The Effect on RISC Performance of Register
Set Size and Structure Versus Code Generation Strategy.” Proceedings, 18th Annual
International Symposium on Computer Architecture, May 1991.
BRAD91b Bradlee, D.; Eggers, S.; and Henry, R. “Integrating Register Allocation and Instruction
Scheduling for RISCs.” Proceedings, Fourth International Conference on Architectural
Support for Programming Languages and Operating Systems, April 1991.
BREW97 Brewer, E. “Clustering: Multiply and Conquer.” Data Communications, July 1997.

BREY09 Brey, B. The Intel Microprocessors: 8086/8066, 80186/80188, 80286, 80386, 80486, Pentium,
Pentium Pro Processor, Pentium II, Pentium III, Pentium 4 and Core2 with 64-bit Extensions. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall, 2009.
BROW96 Brown, S., and Rose, S. “Architecture of FPGAs and CPLDs: A Tutorial.” IEEE Design
and Test of Computers, Vol. 13, No. 2, 1996.
BURK46 Burks, A.; Goldstine, H.; and von Neumann, J. Preliminary Discussion of the Logical
Design of an Electronic Computer Instrument. Report prepared for U.S. Army Ordnance
Department, 1946, reprinted in [BELL71].
BUYY99a Buyya, R. High Performance Cluster Computing: Architectures and Systems. Upper
Saddle River, NJ: Prentice Hall, 1999.
BUYY99b Buyya, R. High Performance Cluster Computing: Programming and Applications.
Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall, 1999.
CANT01 Cantin, J., and Hill, H. “Cache Performance for Selected SPEC CPU2000 Benchmarks.”
Computer Architecture News, September 2001.
CART06 Carter, P. PC Assembly Language, July 23, 2006. Available at this book’s Web site.
CEKL97 Cekleov, M., and Dubois, M. “Virtual-Address Caches, Part 1: Problems and Solutions
in Uniprocessors.” IEEE Micro, September/October 1997.
CHAI82 Chaitin, G. “Register Allocation and Spilling via Graph Coloring.” Proceedings, SIGPLAN Symposium on Compiler Construction, June 1982.
CHEN94 Chen, P.; Lee, E.; Gibson, G.; Katz, R.; and Patterson, D. “RAID: High-Performance,
Reliable Secondary Storage.” ACM Computing Surveys, June 1994.

CHEN96 Chen, S., and Towsley, D. “A Performance Evaluation of RAID Architectures.” IEEE
Transactions on Computers, October 1996.
CHOW86 Chow, F.; Himmelstein, M.; Killian, E.; and Weber, L. “Engineering a RISC Compiler
System.” Proceedings, COMPCON Spring ’86, March 1986.
CHOW87 Chow, F.; Correll, S.; Himmelstein, M.; Killian, E.; and Weber, L. “How Many Addressing
Modes Are Enough?” Proceedings, Second International Conference on Architectural
Support for Programming Languages and Operating Systems, October 1987.
CHOW90 Chow, F., and Hennessy, J. “The Priority-Based Coloring Approach to Register Allocation.” ACM Transactions on Programming Languages, October 1990.
CLAR85 Clark, D., and Emer, J. “Performance of the VAX-11/780 Translation Buffer: Simulation
and Measurement.” ACM Transactions on Computer Systems, February 1985.
CLEM00 Clemenwts, A. “The Undergraduate Curriculum in Computer Architecture.” IEEE
Micro, May/June 2000.
COHE81 Cohen, D. “On Holy Wars and a Plea for Peace.” Computer, October 1981.
COLW85a Colwell, R.; Hitchcock, C.; Jensen, E.; Brinkley-Sprunt, H.; and Kollar, C. “Computers,
Complexity, and Controversy.” Computer, September 1985.
COLW85b Colwell, R.; Hitchcock, C.; Jensen, E.; and Sprunt, H. “More Controversy About
‘Computers, Complexity, and Controversy.’” Computer, December 1985.
COOK82 Cook, R., and Dande, N. “An Experiment to Improve Operand Addressing.” Proceedings, Symposium on Architecture Support for Programming Languages and Operating
Systems, March 1982.
COON81 Coonen J. “Underflow and Denormalized Numbers.” IEEE Computer, March 1981.
COUT86 Coutant, D.; Hammond, C.; and Kelley, J. “Compilers for the New Generation of
Hewlett-Packard Computers.” Proceedings, COMPCON Spring ’86, March 1986.
CRAG79 Cragon, H. “An Evaluation of Code Space Requirements and Performance of Various
Architectures.” Computer Architecture News, February 1979.
CRAG92 Cragon, H. Branch Strategy Taxonomy and Performance Models. Los Alamitos, CA:
IEEE Computer Society Press, 1992.
CRAW90 Crawford, J. “The i486 CPU: Executing Instructions in One Clock Cycle.” IEEE Micro,
February 1990.
CRIS97 Crisp, R. “Direct RAMBUS Technology: The New Main Memory Standard.” IEEE
Micro, November/December 1997.
CUPP01 Cuppu, V., et al. “High Performance DRAMS in Workstation Environments.” IEEE
Transactions on Computers, November 2001.
CURR11 Curran, B., et al. “The zEnterprise 196 System and Microprocessor.” IEEE Micro,
March/April 2011.
DATT93 Dattatreya, G. “A Systematic Approach to Teaching Binary Arithmetic in a First
Course.” IEEE Transactions on Education, February 1993.
DAVI87 Davidson, J., and Vaughan, R. “The Effect of Instruction Set Complexity on Program
Size and Memory Performance.” Proceedings, Second International Conference on Architectural Support for Programming Languages and Operating Systems, October 1987.
DENN68 Denning, P. “The Working Set Model for Program Behavior.” Communications of the
ACM, May 1968.
DERO87 DeRosa, J., and Levy, H. “An Evaluation of Branch Architectures.” Proceedings, Fourteenth Annual International Symposium on Computer Architecture, 1987.
DESA05 Desai, D., et al. “BladeCenter System Overview.” IBM Journal of Research and Development, November 2005.
DEWA90 Dewar, R., and Smosna, M. Microprocessors: A Programmer’s View. New York:
McGraw-Hill, 1990.
DOWD98 Dowd, K., and Severance, C. High Performance Computing. Sebastopol, CA: O’Reilly, 1998.

DUBE91 Dubey, P., and Flynn, M. “Branch Strategies: Modeling and Optimization.” IEEE Transactions on Computers, October 1991.
ECKE90 Eckert, R. “Communication Between Computers and Peripheral Devices—An Analogy.”
ACM SIGCSE Bulletin, September 1990.
EISC07 Eischen, C. “RAID 6 Covers More Bases.” Network World, April 9, 2007.
ELAY85 El-Ayat, K., and Agarwal, R. “The Intel 80386—Architecture and Implementation.”
IEEE Micro, December 1985.
ERCE04 Ercegovac, M., and Lang, T. Digital Arithmetic. San Francisco: Morgan Kaufmann, 2004.
EVEN00a Even, G., and Paul, W. “On the Design of IEEE Compliant Floating-Point Units.” IEEE
Transactions on Computers, May 2000.
EVEN00b Even, G., and Seidel, P. “A Comparison of Three Rounding Algorithms for IEEE
Floating-Point Multiplication.” IEEE Transactions on Computers, July 2000.
EVER98 Evers, M., et al. “An Analysis of Correlation and Predictability: What Makes TwoLevel Branch Predictors Work.” Proceedings, 25th Annual International Symposium on
Microarchitecture, July 1998.
EVER01 Evers, M., and Yeh, T. “Understanding Branches and Designing Branch Predictors for
High-Performance Microprocessors.” Proceedings of the IEEE, November 2001.
FARH04 Farhat, H. Digital Design and Computer Organization. Boca Raton, FL: CRC Press,
2004.
FARM92 Farmwald, M., and Mooring, D. “A Fast Path to One Memory.” IEEE Spectrum, October
1992.
FATA08 Fatahalian, K., and Houston, M. “A Closer Look at GPUs.” Communications of the
ACM, October 2008.
FLEM86 Fleming, P., and Wallace, J. “How Not to Lie with Statistics: The Correct Way to
Summarize Benchmark Results.” Communications of the ACM, March 1986.

FLYN72 Flynn, M. “Some Computer Organizations and Their Effectiveness.” IEEE Transactions
on Computers, September 1972.
FLYN85 Flynn, M.; Johnson, J.; and Wakefield, S. “On Instruction Sets and Their Formats.” IEEE
Transactions on Computers, March 1985.
FLYN87 Flynn, M.; Mitchell, C.; and Mulder, J. “And Now a Case for More Complex Instruction
Sets.” Computer, September 1987.
FLYN01 Flynn, M., and Oberman, S. Advanced Computer Arithmetic Design. New York: Wiley,
2001.
FOG08a Fog, A. Optimizing Subroutines in Assembly Language: An Optimization Guide for
x86 Platforms. Copenhagen University College of Engineering, 2008, http://www.agner
.org/optimize/
FOG08b Fog, A. The Microarchitecture of Intel and AMD CPUs. Copenhagen University College
of Engineering, 2008, http://www.agner.org/optimize/
FRAI83 Frailey, D. “Word Length of a Computer Architecture: Definitions and Applications.”
Computer Architecture News, June 1983.
FRIE96 Friedman, M. “RAID Keeps Going and Going and…” IEEE Spectrum, April 1996.
FULL11 Fuller, S., and Millet, L., eds. The Future of Computing Performance: Game Over or Next
Level? Washington, DC: National Academies Press, 2011, www.nap.edu
FURB00 Furber, S. ARM System-on-Chip Architecture. Reading, MA: Addison-Wesley, 2000.
FUTR01 Futral, W. InfiniBand Architecture: Development and Deployment. Hillsboro, OR: Intel
Press, 2001.
GENU04 Genu, P. A Cache Primer. Application Note AN2663. Freescale Semiconductor, Inc.,
2004 (available in Premium Content Document section).
GHAI98 Ghai, S.; Joyner, J.; and John, L. Investigating the Effectiveness of a Third Level Cache.
Technical Report TR-980501-01, Laboratory for Computer Architecture, University of
Texas at Austin, 1998, http://lca.ece.utexas.edu/pubs-by-type.htmL




ISBN 10: 0-13-293633-X
ISBN 13: 978-0-13-293633-0

Wikipedia:
http://chandramaulana013.blogspot.com/2013/04/karakteristik-dan-cara-kerja-raid-0-6.html
http://emulanetwork.wordpress.com/2011/02/02/memahami-konsep-raid   http://feydreambook.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-karakteristikfungsidan.html
Tips Trik Tutorial Memori Internal dan Eksternal Komputer || Tugas Makalah

Hi :) Jangan lupa like fanspage facebook ArtikelCara10
Donate kllik ikllan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Jika ada pesan kesan atau sekedar berbasa-basi silahkan untuk berkomentar pada box komentar yang telah kami sediakan.
Komentar bebas tanpa aturan, terbuka untuk semua (termasuk opsi Name/URL).