Terpopuler

Memory Internal dan External II Tugas

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”INPUT / OUTPUT  & KODE HAMMING” untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah organisasi & Komputer .
Kami  menyadari bahwa dalam penyusunan makalah sederhana ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah sederhana yang akan datang.. Akhir kata kami  berharap kerangka acuan ,makalah ini dapat  memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pembaca pada umumnya dan pada penulis pada khusunya.Dalam penyusunan makalah ini, kami menemui kesulitan dalam pencarian dan penyaringan sumber data. Namun kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Kami  mengucapkan terima kasih kepada  selaku Dosen organisasi & Komputer  yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, serta rekan-rekan  kelas A STMIK BUMIGORA MATARAM ,  yang selalu berdoa dan memberikan motivasi kepada kami.

 MATARAM,    MEI  2016




Penyusun


INPUT OUTPUT
Ø  pendahuluan
·         Peralatan Input/Output memungkinkan system komputer berinteraksi dengan dunia luarnya (baik berkomunikasi dengan user maupun dengan komputer lainnya). I/O device dapat berupa input device (contohnya  keyboard, mouse), dan output device (contohnya printer, monitor), atau berupa input device sekaligus output device (contohnya disk drive).

Komputer menggunakan perangkat-perangkat I/O(yang disebut juga dengan peripheral device) untuk dua tujuan utama, yaitu untuk berkomunikasi dengan dunia luarnya dan untuk menyimpan data. Beberapa I/O device seperti printer, keyboard dan modem digunakan untuk tujuan komunikasi dan beberapa device seperti  disk drive  dan CD writer digunakan untuk menyimpan data. Semua komunikasi dengan perangkat I/O tersebut melibatkan  bus system (system bus).  Akan tetapi, perangkat-perangkat I/O tidak terhubung ke bus system secara langsung. Biasanya terdapat suatu I/O controller yang berfungsi sebagai interface antara bus system dan perangkat-perangkat I/O.

·         Fungsi utama dari modul I / O
o   Interface untuk CPU dan memori melalui bus sistem atau switch sentral.
o   Interface untuk satu atau lebih perangkat peripheral dengan link data yang disesuaikan.

 









Ø  Perangkat eksternal
o   perangkat eksternal, sering disebut perangkat periferal atau hanya peripheral, membuat sistem komputer berguna.
o   Tiga kategori perangkat eksternal:
ü  Manusia-Readable (ex. terminal, printer).
ü  Mesin-Readable (ex. disk, sensor).
ü  Komunikasi (ex. modem, NIC 's)
o   Struktur dasar dari perangkat eksternal:
ü  data - bit yang dikirim atau diterima dari modul I / O.
ü  Sinyal  Control -menentukan fungsi perangkat akan melakukan.
ü  sinyal Status- menunjukkan keadaan perangkat (. esp READY / NOT-READY).
ü  logika Control - menafsirkan perintah dari modul I / O untuk mengoperasikan perangkat.
ü  Transducer - mengkonversi data dari sinyal listrik komputer yang cocok untuk bentuk energi yang digunakan oleh perangkat eksternal.
ü  Buffer - sementara memegang data yang ditransfer antara modul I / O dan perangkat eksternal.

Ø  I / O Modul
o   Sebuah Modul I / O adalah entitas dalam komputer yang bertanggung jawab untuk:
ü  kontrol satu atau lebih perangkat eksternal.
ü  pertukaran data antara perangkat dan memori utama dan / atau register CPU.
o   Ini harus memiliki dua antarmuka:
ü  internal, untuk CPU dan memori utama.
ü  eksternal, ke perangkat (s).
o   Fungsi  kategori /persyaratan utama
ü  Control dan Timing.
*      Koordinat arus lalu lintas antara sumber daya internal dan eksternal
perangkat.
*       Kerjasama dengan bus arbitrase.
ü  CPU Komunikasi.
*      Command Decoding.
*      data
*      Pelaporan Status
*      Alamat Pengakuan.

ü  Perangkat Komunikasi (lihat diagram di bawah Perangkat Eksternal).
*      Perintah.
*      Status Informasi .
*      data
ü  data Buffering
*      Tingkat transfer data ke / dari CPU adalah lipat lebih cepat daripada ke / dari perangkat eksternal.
*       I / omodul buffer data sehingga perangkat dapat mengirim / menerima pada laju, dan CPU dapat mengirim / menerima pada laju.
ü  Deteksi Kesalahan.
*      Harus mendeteksi dan benar atau melaporkan kesalahan yang terjadi Jenis kesalahan.
*      Teknik / malfungsi listrik.
*      kesalahan data selama transmisi.
o   I / O Struktur Modul
ü  Struktur dasar

 




o   Sebuah I / O fungsi modul untuk memungkinkan CPU untuk melihat berbagai macam perangkat dengan cara simpleminded.
o   Sebuah spektrum kemampuan dapat diberikan.
ü  I/ O channel atau I / O prosesor - mengambil sebagian besar pengolahan rinci beban, menyajikan antarmuka tingkat tinggi untuk CPU.
ü   I / O controller atau perangkat kontroler - cukup primitif dan membutuhkan kontrol rinci.
ü   I O modul / - generik, yang digunakan ketika ada hasil kebingungan.
Ø  Diprogram I / O
o   Dengan diprogram I / O, data dipertukarkan di bawah kendali penuh dari CPU.
ü  CPU menemukan sebuah I / O instruksi.
ü  CPU mengeluarkan perintah ke modul I / O yang sesuai.
ü   I / O modul melakukan tindakan yang diminta dan menetapkan I / O register status bit.
ü  CPU harus menunggu, dan memeriksa status modul I / O secara berkala sampai menemukan bahwa operasi selesai.
o   Untuk menjalankan instruksi I / O, masalah CPU:
ü  alamat, menetapkan I / O modul dan perangkat eksternal.
ü  perintah, 4 jenis:
*      control ß  mengaktifkan perifer dan memberitahu apa yang harus dilakukan.
*      tes  - query keadaan modul atau salah satu perangkat eksternal.
*      baca - mendapatkan item data dari perangkat dan menempatkannya di internal penyangga (data mendaftar dari sebelumnya ilustrasi).
*      write - mengambil item data dari bus data dan mengirimkan ke perifer.
o   Dengan diprogram I / O, ada korespondensi yang erat antara petunjuk I / O yang digunakan oleh CPU dan perintah I / O diberikan kepada modul I / O.
o   Setiap modul I / O harus menafsirkan garis alamat untuk menentukan apakah perintah ini untuk dirinya sendiri.
o   Dua mode pengalamatan yang mungkin:
ü  Port I / O
*      ada ruang alamat tunggal untuk lokasi memori dan perangkat I / O.
*      memungkinkan garis read / write yang sama akan digunakan untuk memori dan I / O transaksi
ü  Terisolasi I / O
*      ruang alamat lengkap dapat digunakan baik untuk lokasi memori atau I / O perangkat.
*      membutuhkan garis kontrol tambahan untuk membedakan transaksi memori dari I / O transaksi.
*      programmer  kehilangan repertoar perintah akses memori, tetapi keuntungan ruang alamat memori.

  
Ø  Interrupt-Driven I / O
o   Masalah dengan diprogram I / O adalah CPU harus menunggu modul I / O siap untuk baik penerimaan atau transmisi data, mengambil waktu untuk query statusnya secara berkala.
o   Interrupt-driven I / O adalah sebuah alternatif.
ü  Hal ini memungkinkan CPU untuk kembali untuk melakukan pekerjaan yang berguna setelah mengeluarkan perintah I / O.
ü  Ketika perintah selesai, modul I / O akan sinyal CPU yang siap
dengan interupsi.
o   Interrupt  Sederhana  Diagram Pengolahan.

 






Ø  Desain isu
o   Bagaimana CPU menentukan perangkat dikeluarkan mengganggu?
ü  Beberapa Baris Interrupt?
ü  solusi yang paling mudah dan praktis untuk mendedikasikan banyak jalur.
*      beberapa I / O modul cenderung melekat pada setiap baris.
*      salah satu dari 3 teknik lain harus digunakan pada setiap baris
ü  Software Poll
*      mengganggu layanan jajak pendapat rutin setiap perangkat untuk melihat yang menyebabkan mengganggu:
·         menggunakan baris perintah terpisah pada   bus (TESTI / O)? meningkatkan TESTI / O? Tempat I / O alamat modul pada baris alamat ? memeriksa respon afirmatif.
·         setiap modul I / O berisi status dialamatkan mendaftar, yang CPU berbunyi.
*      memakan waktu.

ü  Daisy Rantai (hardware jajak pendapat, vektor)
*      interrupt  terjadi atas permintaan interupsi jalur yang dibagi oleh semua modul I / O.
*      indra CPU mengganggu.
*      CPU mengirimkan interupsi mengakui, yang merupakan daisy-dirantai melalui semua I / O modul.
*      Ketika sampai ke meminta modul, ia menempatkan vektor (baik I / O alamat, atau ID yang menggunakan CPU sebagai pointer ke yang tepat perangkat-service rutin) pada baris data.
*      ada interupsi-layanan umum rutin diperlukan (masih perlu yang spesifik).
ü  Bus Arbitrase (vektor).
*      membutuhkan modul I / O untuk kontrol keuntungan pertama dari bus sebelum dapat mengganggu.
*      sehingga hanya satu modul dapat mengganggu pada suatu waktu.
*      ketika CPU mendeteksi interrupt, itu ACK 's.
*       meminta modul kemudian menempatkan vektor pada baris data.
*      jenis lain dari interrupt vektor.



HAMMING KODE
Ø  Definisi Hamming Code

Hamming code merupakan sistem yang dikembangkan dari error correction                 code yang mengunakan parity bit, selain Hamming Code banyak juga sistem                        lain yang lebih efisien dalam error correction code pada data yang terdiri dari                   banyak bit. Karena pengecekan secara parity ini juga maka kita dapat mengecek kode-kode yang ada. Linear error-correction code memiliki berbagai keterbatasan kesalahan. Pada Hamming Code, kesalahan yang dapat diketahui hanya 1                      ( satu ) buah sedangkan yang dapat dideteksi adalah 2 ( dua ) buah.
Check bit kemudian disisipkan pada data pada posisi yang dihitung menggunakan rumus perhitungan posisi check bit.
Ø  Rumus perhitungan posisi Check Bit Ci = 2i-1 

Sehingga dengan rumus posisi tersebut, didapat posisi check bit yang                         akan diletakkan pada data diperlihatkan pada gambar.
 


Untuk bisa mengerti tentang penanganan error, kita perlu melihat dari dekat                        tentang apa yang disebut error itu. Biasanya, sebuah frame terdiri dari m bit                      data (yaitu pesan) dan r redundan, atau check bits. Ambil panjang total                          sebesar n (yaitu, n=m+r). Sebuah satuan n-bit yang berisi data dan checkbit                    sering   kali   dikaitkan  sebagai  codeword   n-bit.

Ditentukan dua buah codeword: 10001001 dan 10110001. Disini kita dapat menentukan berapa banyak bit yang berkaitan berbeda. Dalam hal ini, terdapat
                   3 bit yang berlainan. Untuk menentukannya cukup melakukan operasi                      EXCLUSIVE OR pada kedua codeword, dan menghitung jumlah bit 1 pada hasil operasi. Jumlah posisi bit dimana dua codeword berbeda disebut jarak                      Hamming   (Hamming, 1950).

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa bila dua codeword terpisah dengan
                   jarak Hamming d, maka akan diperlukan error bit tunggal d untuk mengkonversi                   dari yang satu menjadi yang lainnya. Pada sebagian besar aplikasi transmisi                 data, seluruh 2m pesan data merupakan data yang legal. Tetapi sehubungan                dengan  cara  penghitungan   check  bit,  tidak  semua  2n  digunakan.

Bila ditentukan algoritma untuk menghitung check bit, maka akan dimungkinkan untuk membuat daftar lengkap codeword yang legal. Dari daftar ini dapat dicari                  dua codeword yang jarak Hamming-nya minimum. Jarak ini merupakan                             jarak  Hamming  bagi  kode  yang  lengkap.

Sifat-sifat pendeteksian error dan perbaikan error suatu kode tergantung pada                                       jarak Hamming-nya. Untuk mendeteksi d error, anda membutuhkan kode                 dengan jarak d+1 karena dengan kode seperti itu tidak mungkin bahwa error                       bit tunggal d dapat mengubah sebuah codeword yang valid menjadi codeword                 valid  lainnya.

Ketika penerima melihat codeword yang tidak valid, maka penerima dapat                   berkata bahwa telah terjadi error pada transmisi. Demikian juga, untuk               memperbaiki error d, anda memerlukan kode yang berjarak 2d+1 karena                              hal itu menyatakan codeword legal dapat terpisah bahkan dengan perubahan d, codeword orisinil akan lebih dekat dibanding codeword lainnya, maka                     perbaikan   error   dapat  ditentukan  secara  unik.

Sebagai sebuah contoh sederhana bagi kode pendeteksian error, ambil sebuah
                       kode dimana parity bit tunggal ditambahkan ke data. Parity bit dipilih supaya                jumlah bit-bit 1 dalam codeword menjadi genap (atau ganjil). Misalnya,                               bila 10110101 dikirimkan dalam parity genap dengan menambahkan sebuah bit              pada bagian ujungnya, maka data itu menjadi 101101011, sedangkan dengan                parity genap 10110001 menjadi 101100010. Sebuah kode dengan parity bit                  tunggal mempunyai jarak 2, karena sembarang error bit tunggal menghasilkan sebuah codeword dengan parity yang salah. Cara ini dapat digunakan untuk mendeteksi  erro-error   tunggal.

Sebagai contoh sederhana dari kode perbaikan error, ambil sebuah kode yang
                 hanya  memiliki  empat  buah  codeword  valid :
0000000000,0000011111,1111100000  dan  1111111111
Kode ini mempunyai jarak 5, yang berarti bahwa code tersebut dapat                      memperbaiki error ganda. Bila codeword 0000011111 tiba, maka penerima                  akan tahun bahwa data orisinil seharusnya adalah 0000011111. Akan tetapi                      bila error tripel mengubah 0000000000 menjadi  0000000111, maka error tidak                akan  dapat  diperbaiki.

Bayangkan bahwa kita akan merancang kode dengan m bit pesan dan r bit
                    check yang akan memungkinkan semua error tunggal bisa diperbaiki.                Masing-masing dari 2m pesan yang legal membutuhkan pola bit n+1. Karena                    jumlah   total   pola  bit  adalah  2n,  kita  harus  memiliki  (n+1)2m £ 2n.

Dengan memakai n = m + r, persyaratan ini menjadi (m + r + 1)£2r.
                                      Bila m ditentukan, maka ini akan meletakkan batas bawah pada jumlah bit                     check yang diperlukan untuk mengkoreksi error tunggal. Dalam kenyataannya,                  batas bawah teoritis ini dapat diperoleh dengan menggunakan metoda                    Hamming (1950). Bit-bit codeword  dinomori secara berurutan, diawali dengan                    bit 1 pada sisi paling kiri. Bit bit yang merupakan pangkat 2                                     (1,2,4,8,16 dan seterusnya) adalah bit check. Sisanya (3,5,6,7,9 dan seterusnya) disisipi dengan m bit data. Setiap bit check memaksa parity sebagian kumpulan                     bit,  termasuk  dirinya  sendiri,  menjadi  genap   (atau ganjil).   

Sebuah bit dapat dimasukkan dalam beberapa komputasi parity. Untuk                mengetahui bit check dimana bit data pada posisi k berkontribusi, tulis ulang                           k sebagai jumlahan pangkat 2. Misalnya, 11=1+2+8 dan 29=1+4+8+16. Sebuah                    bit dicek oleh bit check yang terjadi pada ekspansinya (misalnya, bit 11 dicek                     oleh bit 1,2 dan 8).Ketika sebuah codeword tiba, penerima menginisialisasi                     counter  ke  nol.

Kemudian codeword memeriksa setiap bit check, k (k=1,2,4,8,....) untuk melihat apakah bit check tersebut mempunyai parity yang benar. Bila tidak, codeword                 akan menambahkan k ke counter. Bila counter sama dengan nol setelah semua                   bit check diuji (yaitu, bila semua bit checknya benar), codeword akan diterima sebagai   valid.

Bila counter tidak sama dengan nol, maka pesan mengandung sejumlah bit                       yang tidak benar. Misalnya bila bit check 1,2, dan 8 mengalami kesalahan (error), maka bit inversinya adalah 11, karena itu hanya satu-satunya yang diperiksa                     oleh  bit 1,2, dan 8. Gambar 3.10 menggambarkan beberapa karakter ASCII                       7-bit yang diencode sebagai codeword 11 bit dengan menggunakan kode                      Hamming.   Perlu  diingat  bahwa  data  terdapat  pada  posisi  bit  3,5,6,7,9,10,11.


Kode Hamming hanya bisa memperbaiki error tunggal. Akan tetapi, ada trick yang dapat digunakan untuk memungkinkan kode Hamming dapat memperbaiki error yang meletup. Sejumlah k buah codeword yang berurutan disusun sebagai sebuah matriks, satu codeword per baris. Biasanya, data akan ditransmisikan satu baris codeword sekali, dari kiri ke kanan. Untuk mengkoreksi error yang meletup,                      data harus ditransmisikan satu kolom sekali, diawali dengan kolom yang paling                   kiri. Ketika seluruh k bit telah dikirimkan, kolom kedua mulai dikirimkan, dan seterusnya. Pada saat frame tiba pada penerima, matriks direkonstruksi, satu                    kolom  persatuan  waktu.

Bila suatu error yang meletup terjadi, paling banyak 1 bit pada setiap k codeword akan terpengaruh. Akan tetapi kode Hamming dapat memperbaiki satu error                     per codeword, sehingga seluruh blok dapat diperbaiki. Metode ini memakai kr                     bit check untuk membuat km bit data dapat immune terhadap error tunggal                      yang  meletup  dengan  panjang  k  atau  kurang.

Ø  Proses Pendeteksian Error

a.      Hitung panjang data masukan dari metode hamming code yang merupakan                  hasil penjumlahan dari panjang data masukan dengan panjang check bit.             Panjang data keluaran dari metode hamming code sama dengan panjang data masukan  dari  metode  hamming  code.

b.      Tandai posisi bit yang merupakan posisi dari check bit. Posisi selain posisi                  check  bit  merupakan  posisi  data  bit.

c.       Tentukan rumus perhitungan dari masing-masing check bit.untuk n = 1 hingga jumlah dari check bit, lakukan hal berikut:

ü  Catat semua posisi dimana bit n dari member position bernilai 1, kecuali posisi bit itu sendiri. Member position merupakan bentuk biner dari posisi bit. Rumus dari check bit n sama dengan operasi XOR dari posisi-posisi yang dicatat.

 

Ø  BIT PARITAS(GANJIL DAN GENAP)

o   Pengertian Bit Paritas Bit Paritas atau disebut juga bit pemeriksa adalah                 salah satu metode yang digunakan pada modul I/O dalam mendeteksi kesalahan. Bit paritas bekerja untuk medeteksi kesalahan pada level bit.                  Bit partisi yaitu bit tambahan yang diberikan pada akhir sebuah byte                     atau baris terakhir untuk digunakan dalam proses pengecekan kebenaran data  pada  saat  penyimpanan  atau  proses  transmisi. 
o   Pembagian Jenis Bit Paritas Terdapat 2 macam cara penambahan Bit                   Pariti yaitu :
1.      Pariti Ganjil (Odd Parity) Bit Paritas di set menjadi 1 apabila jumlah angka 1 dalam kesatuan bit tersebut (tidak termasuk bit paritas) adalah genap, sehingga menjadikan jumlah bit dalam kesatuan tersebut (termasuk bit paritas) menjadi ganjil.
2.      Pariti Genap (Even Parity) Bit paritas di set menjadi 1 apabila jumlah angka 1 dalam kesatuan tersebut (tifak termasuk bit paritas) adalah ganjil, sehingga menjadikan jumlah bit dalam kesatuan tersebut (termasuk bit paritas) menjadi genap.

Ø  Cara Kerja Bit Paritas
o   Konsep Umum Pihak pengirim akan menambahkan 1 bit tambahan                         (Bit Paritas) pada data, untuk menggabarkan karakteristik dari data                 tersebut. Nilai dari bit paritas (1 atau 0) tidak diperbolehkan secara sembarang. Dalam proses pentransmisiannya data tadi dikirim bersamaan (data dan bit paritasnya). Pada terminal penerimaan data kita dibaca                     dan di dekodisasi dengan cara yang sama seperti saat menentukan nilai                 bit paritas disisi pengirim. Lalu hasi dekodisasi tadi dibandingkan dengan                   bit paritas yang dibawakan oleh pengirim. Apabila hasil pembacaan (dekodisasi) data terkirim sama dengan bit paritasnya maka data tersebut dapat dianggap benar. Dan apabila diperoleh perbedaan nilai antara hasil dekodisasi dengan bit paritasnya maka data dapat di klasifikasi sebagai                    data yang error. Terminal penerima akan mengirim request pada terminal pengirim untuk mengirim ulang data yang error.

Ø  Menentukan Nilai Bit Paritas
Penentuan nilai bit paritas (1 atau 0) dilakukan dengan meng-XOR kan semua                   bit yang ada pada data sepasang-sepasang, hasil akhir dari peng-XOR an seluruh                 bit ini yang akan dijadikan acuan untuk menentukan nilai dari bit paritas yang                 akan ditambahkan. Jadi belum tentu hasil XOR langsung dijadikan sebagai                          nilai dari bit paritas .




Misal data yang berupa 1 karakter adalah huruf  “M”, yang menurut ASCII sama dengan 1011001, maka proses XOR nya =
1 XOR 0 = 1
1 XOR 1 = 0
0 XOR 1 = 1
1 XOR 0 = 1
1 XOR 0 = 1
1 XOR 1 = 0
Jika bit 1 pada data berjumlah genap maka keluaran akhirnya “0”, dan jika ganjil maka “1”

 
Gambar 2 Skema XOR

Bit 0 adalah bit pertama begitu seterusnya. Setelah kita hasil dari XOR barulah                      kita akan menentukan nilai dari bit paritas data kita. Ada bit paritas ganjil dan                       paritas genap, paritas genap maka hasi XOR itu adalah nilai bit paritas, jika                     paritas ganjil maka nilai bit paritas merupakan nilai komplement (kebalikan)                     dari hasil XOR. Contoh cara kerja bit paritas:
Ada 2 orang sedang melakukan chatting, keduanya melakukan percakapan.                  Metode Pendeteksi Error menggunakan Bit Paritas.Orang pertama mengirim                    kata “Aku” ke orang kedua. Dalam kode ASCII berarti =
A = 1000001
k = 1101011
u = 1010111
Dalam terminal pengirim kata “Aku” dianalisa perkarakter “A” lalu “k” lalu “u”                   dari masing masing huruf diberikan bit paritasnya (menggunakan Even Parity                     bit/ Paritas Genap) .

Maka data akan berubah menjadi :
A = 10000010
k = 11010111
u = 10101111
Data lalu dikirim dengan format: 10101111_11010111_10000010 Karena terjadi suatu hal seperti distorsi atau noise-noise lainnya, bit-bit tadi ada yang berubah dalam perjalannya menjadi :
10101111_11010111_11000010
Pada si penerima data tersebut terbaca”Cku” bukan “Aku”, bila tanpa metode deteksi Error maka data tersebut dianggap valid dan penerima mendapat                    kesusahan dalam membacanya.
·         Mekanisme Pembacaannya :
*      Deret bit 1100001 di dekondisasi sehingga menghasilkan bit “1”(tanpa bit paritas).
*      Penerima membandingkan hasil dekondisasi dengan bit paritasnya, “1” dan “0”, karena tidak sama maka terjadi error.
*       Penerima meminta data dikirim ulang.
*        Proses diulang sampai data dianggap bena
Ø  Kesimpulan
Bit paritas adalah bit yang ditambahkan di bagian akhir karakter/Byte yang                   berguna untuk mendeteksi masalah atau Error. Nilai yang ditambahkan tidak sembarang namun ada perhitungan dengan XOR. Bit paritas terdapat dua jenis                  yaitu paritas ganjil dan genap. Nilai bit paritas genap adalah hasil dari XOR sedangkan  nilai  bit  paritas  ganjil  hasil  komplemen  atau  kebalikan  dari  asil XOR.
Ø  Kelebihan menggunakan Bit Paritas :
-          Lebih cepat karena berbasis 2 (biner)
-          Mudah dalam pengecekan
-          Sederhana dalam analisis dan penggunaan pada sistem
-          Mudah direalisasikan dalam bentuk rangkaian atau hardware

Ø  Kekurangan mengunakan Bit Paritas :
-          Kurang handal dalam mengatasi deteksi dan perbaikan error
-          Kemungkinan kesalan yang terjadi besar, yaitu 50%
-          Belum dapat mengakomodir file dengan ukuran besar
-          Tidak dapat mendeteksi kesalahan dalam jumlah genap

 

Referensi.:

Tips Trik Tutorial Memory Internal dan External II Tugas

Hi :) Jangan lupa like fanspage facebook ArtikelCara10
Donate kllik ikllan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Jika ada pesan kesan atau sekedar berbasa-basi silahkan untuk berkomentar pada box komentar yang telah kami sediakan.
Komentar bebas tanpa aturan, terbuka untuk semua (termasuk opsi Name/URL).