Ditulis oleh AC10 Writer ⭐⭐⭐⭐⭐

WhatsApp Exploited by Israel Spyware - CVE-2019-3568

Penyerang mengeksploitasi WhatsApp yang dapat menginfeksi ponsel dengan spyware canggih yang dibuat oleh pengembang asal Israel NSO Group.

Hacks yang Mungkin Anda cari :

Hacking WhatsApp CVE 2019 Terbaru
Tahukah anda 1,5 miliar pengguna WhatsApp di seluruh dunia didesak untuk meningkatkan WhatsApp mereka sesegera mungkin karena sesuatu kerentanan Mari kita simak Berita berikut ini.

Kerentanan keamanan dalam aplikasi perpesanan end-to-end encrypted messaging yang populer milik Facebook, WhatsApp memungkinkan Attacker memasang spyware di telepon tanpa memegang Handphone Terget Exploit dapat di buat dengan melakukan panggilan WhatsApp ke perangkat target dan memanipulasi paket data yang dikirim ketika panggilan dimulai.

Target tidak harus menerima panggilan agar exploit berfungsi, dan Attacker begitu mereka mendapatkan akses, nantinya dapat menghapus panggilan dari log panggilan WhatsApp, Bahkan menghapus semua bukti serangan itu.
Tentang kerentanan (CVE-2019-3568) CVE-2019-3568 adalah kerentanan buffer overflow dalam WhatsApp VOIP yang memungkinkan eksekusi remote code melalui serangkaian paket SRTCP yang dibuat khusus untuk dikirim ke nomor telepon target.

Kerentanan ini mempengaruhi :

- WhatsApp Android sebelum v2.19.134.

- WhatsApp Business untuk Android sebelum v2.19.44.

- WhatsApp untuk iOS sebelum v2.19.51.

- WhatsApp Business untuk iOS sebelum v2.19.51.

- WhatsApp untuk Windows Phone sebelum v2.18.348.

- WhatsApp untuk Tizen sebelum v2.18.15.

Hacking WhatsApp CVE 2019

Tentang serangan WhatsApp menemukan kerentanan pada bulan Mei bahwa diexploitasi untuk menghadirkan spyware seluler Pegasus yang dikembangkan oleh perusahaan Israel NSO Group (saat ini tidak diketahui berapa banyak).

Salah satu target yang diketahui, adalah seorang pengacara hak asasi manusia yang berbasis di Inggris yang tidak berhasil diserang pada hari Minggu. "We had a strong suspicion that the person’s phone was being targeted, so we observed the suspected attack and confirmed that if did not result in an infection." John Scott-Railton.
Seorang peneliti senior di Citizen Lab University of Toronto, mengatakan kepada FT "We believe that the measures that WhatsApp put in place in the last several days prevented the attacks from being successful." Pengacara tersebut telah dikontrak oleh sekelompok jurnalis dan kritikus pemerintah Meksiko untuk menuntut NSO Group di Israel, karena mereka percaya perusahaan itu sebagian bertanggung jawab atas penyalahgunaan perangkat lunaknya oleh klien.

NSO Group telah membantah berada di belakang serangan terhadap pengacara atau organisasi lain dan mengatakan bahwa "Under no circumstances would NSO be involved in the operating or identifying of targets of its technology, which is solely operated by intelligence and law enforcement agencies." WhatsApp mengatakan bahwa Departemen Kehakiman AS telah diberitahu tentang kerentanan ini pada minggu lalu.

Nah demikian Kabar terbaru tentang WhatsApp semoga bermanfaat bagi kalian semua dan Jangan lupa mengupdate versi terbaru Wa kalian.

Hacks Rekomendasi

Jika memiliki pertanyaan Anda dapat terhubung dengan kami dengan bergabung grup Facebook Hackers Hacking | AC10.

Download dan install aplikasi android AC10 Hacks Apk dan dapatkan update hacks terbaru hanya dengan membuka aplikasi langsung dari Smartphone Anda.